Hari Raya Peh Cun

Setiap tahun di saat yang sama seperti sekarang ini, ingatan kembali melayang ke masa lebih dari 25 tahun silam di Semarang. Sekarang kami sendiri tidak pernah ikut merayakan atau melakukan ritual berbagai macam sembahyangan sepanjang tahun. Tapi ingatan masa kecil akan bakcang dan kicang kuat melekat….

bakcang Tahun ini hari raya Peh Cun atau Sembahyang Bakcang jatuh di tanggal 28 Mei 2009, terasa sepi karena keluarga kami sekarang tidaklah merayakan secara khusus seperti di masa kecil saya di Semarang dulu….

Di dalam 1 tahun, Papa saya akan “mengumumkan” kapan akan ada sembahyang apa, entah itu sembahyang bakcang, sembahyang ronde, sembahyang meja dua, sembahyang ceng beng, dsb. Salah satu yang paling kami nantikan adalah sembahyang bakcang. Continue reading

Soto Bu Nasiri

satu lagi kuliner Semarang

Soto ini merupakan salah satu soto favoritku. Pertama kali diajak makan ke sini puluhan tahun lalu oleh mendiang Papa. Terletak nyempil di Jl. Kepodang, hampir tak terlihat bahkan jika mobil atau brompit kita melintasinya…..

Soto Ayam

Continue reading

Gudeg Abimanyu Semarang

d/h Gudeg Mbok Buthak/Mbok Dul

Gudeg Abimanyu Semarang adalah salah satu kuliner kota kelahiran saya, salah satu kuliner kebangaan dan juga favorit saya sekeluarga 3 turunan…dari orangtua saya, saya sendiri dan istri dan juga sampai ke anak-anak juga doyan luar biasa. Kalau kami sekeluarga ke Semarang tidak akan pernah melewatkan untuk makan di situ…..

gudeg-kerecek-lengkap
Continue reading

Pecel Mbok Sadur

Satu lagi salah satu kuliner Semarang….

Pecel Mbok Sadur adalah salah satu kuliner asli Semarang yang sudah eksis sekitar 4 dasawarsa lebih. Mungkin malah sekitar 50 tahun. Jualan pecel Mbok Sadur dimulai di gang kecil yang bernama Gandekan di Jl. Mataram. Jalan kecil ini menyebabkan pemakan setia pecel sedep ini harus rela jalan kaki sekitar 200m, dari Jl. Mataram masuk ke gang kecil ini, terutama jika jam makan siang. Mobil kecil dan menengah masih bisa masuk ke dalam gang kecil ini dan parkir di dekat tempat jualan pecel, tapi hanya terbatas maksimal 5 mobil sudah penuh sekali jalan kecil itu.

pecel-lengkap

Continue reading

Toko Oen

Yogyakarta, once upon a time in 1922….

Seorang ibu rumah tangga yang aktif, kreatif dan penuh semangat hidup kebingungan menghabiskan waktu luang di rumah. Wanita itu bernama Liem Gien Nio. Menjadi seorang nyonya rumah dan istri dari seorang Tionghoa peranakan (IBC = Indonesian Born Chinese) yang berpangkat letnan dalam struktur pemerintahan kolonial, menjadikannya memiliki banyak waktu luang. Bisa dimaklumi, urusan rumah tangga jelas dikerjakan sepasukan djongos (tidak ada maksud merendahkan, hanya istilah ketika itu). Sang Letnan bernama Oen Tjoen Hok.
Continue reading

Makanan Sincia & Maknanya

– Rangkaian Tulisan Menyambut Chinese New Year 2009 – Artikel 3

Makanan Sincia di Indonesia sangat unik dan berbeda jauh dari negeri asalnya, berbeda juga dengan negeri lain semisal Malaysia, Singapore, Thailand, Vietnam, dsb. Kalau lebih spesifik lagi, bahkan tiap daerah akan berbeda pula, baik nama, cara masak, gaya dan rasanya.

Sebagai contoh yang paling jelas adalah keberadaan Lontong Cap Go Meh….di mana pun juga selain di Indonesia, tidak akan pernah ditemukan makanan ini, dari rasa, style, aroma apalagi nama.
Continue reading

Asal Usul Lontong Cap Go Meh

Satu lagi kuliner khas Semarang dan budaya Tionghoa Peranakan….

Masing-masing kota di Indonesia memiliki ciri khas masing-masing dalam merayakan Cap Go Meh ini. 

Foto 1: Lontong Cap Go Meh

Full set dari lontong cap go meh yang terlihat dalam foto ini terdiri dari lontong, ayam opor, ayam abing (akan dijelaskan lebih lanjut), sambel goreng ati ampela, lodeh terong/labu, telor pindang, bawang merah goreng dan bubuk dokcang (tidak terlihat dalam foto, akan dijelaskan terpisah juga).

capgo1

Di Jawa terutama, dikenal dengan menyajikan hidangan khas lontong cap go meh. Continue reading