Toko Oen

Yogyakarta, once upon a time in 1922….

Seorang ibu rumah tangga yang aktif, kreatif dan penuh semangat hidup kebingungan menghabiskan waktu luang di rumah. Wanita itu bernama Liem Gien Nio. Menjadi seorang nyonya rumah dan istri dari seorang Tionghoa peranakan (IBC = Indonesian Born Chinese) yang berpangkat letnan dalam struktur pemerintahan kolonial, menjadikannya memiliki banyak waktu luang. Bisa dimaklumi, urusan rumah tangga jelas dikerjakan sepasukan djongos (tidak ada maksud merendahkan, hanya istilah ketika itu). Sang Letnan bernama Oen Tjoen Hok.
Continue reading